Bahaya dan fitnah foto akhwat di Friendster …
Juli 1, 2008
razita
Saya menulis ini karena rasa kecintaan saya kepada saudariku seiman,mungkin telah banyak akhwat yang tau akan bahaya memajang foto di friendster maupun media internet lainnya. namun saya masih menemui banyak juga akhwat yang tidak tau hal ini.
Saat ini ada beberapa orang yg sangat jahat (zalim) dgn mengcopypaste foto pribadi (terutama perempuan berjilbab/akhwat) di fs,kemudian merubah/mendesain ulang/memanipulasi foto itu menjadi sebuah foto yang tidak pantas utk dilihat (pornografi n pornoaksi).ilustrasinya seperti ini, dari pinggang sampai ke atas tetap memakaipakaian muslimah/jilbab, tapi bagian pinggang ke bawah telanjang (setengahtelanjang). dan ada juga beberapa foto, yg wuuhh sangat panas..
Padahal,akhwat td gak melakukan hal seperti ini (ada saksinya lho)..orang sgt zalim td menampilkan smua berita/foto ini di dlm sebuahweb.
Nah mengerikan sekali bukan??…
Selain itu, dari tinjauan syar’i pun, memasang foto di internet juga dilarang. Berdasarkan Q. S An-Nur 30-31
“Katakanlah kepada orang-orang laki-laki yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, apa yang mereka perbuat.” “Katakanlah kepada wanita yang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka meukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Foto d friendster maupun internet lainnya, dengan mudah dilihat oleh banyak orang laki laki maupun perempuan. Dan ini sangat bertentangan dengan Q.S An Nur ayat 30-31 tersebut.
Saya percaya, bahwa saudariku sekalian yang menampilkan wajah ayu-nya (di internet), bermaksud baik. Bukan bertujuan untuk memamerkan kecantikan wajahnya, ataupun orientasi tidak lurus yang lain.
Saya percaya maksud melakukannya adalah dalam rangka menjalin silaturahim antar saudara. Juga untuk menjalin ukhuwah, karena kita tahu bahwasannya rukun ukhuwah dimulai dari saling mengenal, kemudian saling memahami, saling menolong dan saling sepenanggungan. Dan dengan tahu wajah masing-masing, kita akan dapat lebih mengenal satu sama lain.
Karena itu juga saya tidak ingin berprasangka buruk, karena tingkatan ukhuwah paling rendah adalah bebasnya hati kita dari su’udzon kepada saudaranya.
Saya percaya maksud melakukannya adalah dalam rangka menjalin silaturahim antar saudara. Juga untuk menjalin ukhuwah, karena kita tahu bahwasannya rukun ukhuwah dimulai dari saling mengenal, kemudian saling memahami, saling menolong dan saling sepenanggungan. Dan dengan tahu wajah masing-masing, kita akan dapat lebih mengenal satu sama lain.
Karena itu juga saya tidak ingin berprasangka buruk, karena tingkatan ukhuwah paling rendah adalah bebasnya hati kita dari su’udzon kepada saudaranya.
Semoga,apa yang saya informasikan ini dapat bermanfaat pada saudariku seiman.
Entry Filed under: agama
2 Comments Add your own
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
musafir kecil | Juli 19, 2008 at 2:22 pm
Assalamu’alaykum…
saya baru saja akan membuat tulisan tentang ini…
mohon ijin untuk kutip beberapa kata untuk dijadikan rujukan…
jazakillah khoir…
semoga kita tetap saling nasehat menasehati…
2. Ukhty, Saya Cemburu…&hellip | Juli 21, 2008 at 1:37 pm
[...] 5. http://razita.wordpress.com/2008/07/01/bahaya-dan-fitnah-foto-akhwat-di-friendster/ [...]